Welcome
Insinyur World Wide Web Tak Ingin Semua Orang Bebas Membuat Website

Insinyur World Wide Web Tak Ingin Semua Orang Bebas Membuat Website

Seseorang insinyur Inggris yang menemukannya World Wide Website pada tahun 1989, membuka suatu ide ambisius yang merinci beberapa langkah buat tata urus dunia online yang lebih baik. Sejumlah salah satunya yaitu menanggulangi soal kabar yang salah, pengawasan data, serta sensor.

Ide perbuatan bertema ” kontrak buat website ” itu dibikin oleh World Wide Website Foundation Berners-Lee bekerja sama-sama dengan perwakilan pemerintah, perusahaan serta penduduk sipil. Maksudnya adalah untuk bikin ” pengetahuan serta kabar terus ada dengan cara bebas ” , sambil memperkokoh undang-undang serta ketetapan perusahaan, serta meyakinkan kalau dalam menguber keuntungan, tak mesti mengorbankan Hak Asasi Manusia serta demokrasi.

“Apabila kita tak melaksanakan suatu dengan cara berbarengan saat ini, dalam soal menghindar Website disalahgunakan oleh mereka yang mau mengeksploitasi, merusak, serta menyebabkan kerusakan, kita terdapat resiko mengabaikan potensinya buat kebaikan, ” kata Berners-Lee dalam suatu pengakuan yang diluncurkan oleh WWW Foundation pada Senin (25/11).

Memperoleh support dari Jerman

Ide ini dapat dukungan oleh lebih dari 150 organisasi, termasuk juga perusahaan internet raksasa seperti Google, Microsoft serta Facebook, bersama-sama kelompok-kelompok yang memiliki pengaruh pada peraturan publik seperti Reporters Without Borders. Pemerintah Jerman serta Prancis pun udah memberikan support mereka buat ide itu.

Tidakkah Ini Waktunya Buat Menyerahkan Keamanan Cyber ​​Kepada Ahli Anda?

“Saya terus akan bela pelestarian internet bebas yang kita tahu serta kasihi saat sejumlah dekade beberapa waktu terakhir ini,” kata Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmeier dalam suatu pengakuan yang diluncurkan mendekati Komunitas Tata Urus Internet PBB, yang diselenggarakan minggu ini di Berlin.

Walaupun kontrak tak mengikat dengan cara hukum, kontrak itu menganjurkan kerangka kerja untuk hukum nasional buat perlindungan pribadi online serta data pribadi.

WWW Foundation menilai undang-undang serta instansi yang sekarang ini dikatakan tidak sukses buat perlindungan penduduk dalam soal mencegahan penyelewengan technologi dalam penduduk, usaha serta politik.

‘Titik kritis’ buat internet?

“Website itu butuh intrusi radikal dari banyak orang yang punyai kuasa atas saat depannya, ” tuliskan Berners-Lee dalam suatu pengakuan yang diluncurkan Minggu malam (24/11) oleh koran The New York Times.

“Kita sekarang ini ada dalam titik krisis. Bagaimana kita memberikan respon penyelewengan ini bakal tentukan nasib Website ini kedepannya apa bakal penuhi potensinya jadi kapabilitas global buat kebaikan atau jadi bawa kita ke suatu ‘digital dystopia’, ” imbuhnya.

Berners-Lee pun bela Google serta Facebook yang turut bangun ‘kontrak buat web’ itu. Ke dua perusahaan itu udah melawan banyak usul dari penduduk sipil berkaitan mode usaha pengumpulan data, serta sensasi berkaitan algoritma mereka yang dipersalahkan lantaran dianggap sebarkan kabar yang salah serta melanggar pribadi data pemakai.

Didapati pada minggu lalu, Amnesty Internasional mengemukakan kalau mode usaha dari ke dua perusahaan itu yaitu suatu ‘ancaman pada HAM’.

” Kehadiran mereka dalam ide perbuatan ini amatlah penting, ” kata Berners-Lee. ” Kami rasakan perusahaan-perusahaan serta pemerintah punya hak dapatkan urutan yang sama dengan dalam ide ini. Penduduk mesti bikin mereka yang berkuasa bertanggung-jawab, memohon hak digital mereka dihormati serta memajukan penuturan online yang sehat. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *